Simply Delicious, It’s Simply Cook Cafe

Hola readers ! Sudah hampir tiga bulan kita tidak berjumpa. As I promised di postingan ala-ala Hello  World saya, tulisan kali ini dan selanjutnya bakalan lebih fresh dan if I may say, berbobot. I’ll talk more about life, love, and maybe some other stuffs yang tidak terduga yang tiba-tiba muncul dalam pikiran saya. The reason why I choose to write my blog in Bahasa Indonesia is because I have a so-called segmentation. I’ve already gathered attentions for my English short stories on Tumblr, so I think it’ll be fair if I use my mother language in these writings. Saya berniat untuk menarik perhatian blogger-blogger Indonesia dulu, baru kemudian slowly update my contents ke bahasa Inggris. But don’t worry, saya juga bakal menulis artikel dalam bahasa Inggris jika memang lebih bagus pakai Inggris. For nowI’ll let you enjoy Bahasa Indonesia one.

Kemarin siang, saya dan sahabat-sahabat saya, my noisy girls, Kemriyik diajak untuk makan siang di sebuah kafe yang baru aja dirintis oleh kakak salah satu dari kami. Ya bisa dibilang icip-icip sebelum nanti resmi dibuka. Saya sudah merasa tertarik sejak pertama kali teman saya itu share foto di grup Line. Kesan pertama waktu melihat fotonya: too cute to resist. Dengan interior ala-ala vintage yang banyak bunga dan kursi warna-warni, saya ngerti apa yang ada di pikiran cewek-cewek segrup: asik banget nih buat foto. Nah, ditambah lagi kami diiming-imingi menu Western dan Italian dengan harga mahasiswa dan discount 20% tiap kali check in. Sebagai mahasiswi normal yang suka makanan enak dan tempat bagus buat foto, kami pun bertolak ke Simply Cook rame-rame.

Welcome to Simply Cook

Welcome to Simply Cook

Dari luar aja udah kece begini, dengan tagline “your premium meals” saya dan teman-teman udah punya positive thinking makanan yang disajikan bakalan good for our tummy. Karena masih belum resmi buka, kafe ini masih sepi, cuma kami bersebelas yang jadi pelanggan kemarin. Masuk ke kafe ini rasanya seperti ada di perpaduan kindergarten dan vintage kitchen . Dindingnya juga dari bata tanpa dialusin yang dicat putih, like a white castle zaman dulu. Ruangan yang nggak terlalu luas ini juga dilengkapi dekor yang lucu banget. Yang suka nuansa classic dengan dominasi pastel color bisa banget berteduh di kafe ini. Di salah satu sudut ada blackboard yang bertuliskan menu-menu di kafe ini. Cliche sih, karena udah banyak tempat makan yang pakai konsep ini tapi menurut saya konsep ini masik bisa gather attention dari customer. Di nota pemesanan nggak ada nama menunya, jadi para customer harus baca menu di papan tulis besar ini sebagai panduannya.

simplycook front

Infamous cashier display and menu blackboard

Oke langsung bahas menunya aja ya, walaupun dengan harga yang sangat terjangkau starts from 6K-16K jangan underestimate menu di Simply Cook. Menu yang tersedia disini hampir sama seperti menu-menu di kafe mahal yang sudah terkenal. Nama-nama menunya juga unik bikin orang penasaran: “ini apa, mbak ?” Ada berbagai macam varian noodles, pasta, pancakes, dan steak yang siap memuaskan rasa lapar. Minumannya juga nggak kalah recommended, ada mojito, lime squash, dan ada hot beverages juga. Kami pun langsung pesen makanan dan sengaja beda-beda biar bisa saling mencicipi. Menunggu lama pun nggak terasa bosan karena kita ditemenin playlist masa kini dan bisa sambil selfie-selfie cantik.

interior

Like kindergarten

Nggak lama, makanan kami siap dihidangkan, nomnom. Yang pertama keluar adalah Miss Lucy, minuman semacam syrup lychee dengan topping ice cream. Seger dan nggak terlalu manis, jadi nggak bikin diabetes kaya float di luar sana.

Fresh Lucy !

Fresh Lucy !

Kemudian ada Arabiata, spaghetti dengan bumbu Middle-East yang agak pedes gitu. Nah temennya ada si Holy Mojito, lime squash dengan irisan cucumber dan strawberry. 

Arabiata

Arabiata and Holy Mojito

Pesenanku yang sebenarnya adalah, Lamberjack, original chicken steak dengan mashed potato, sausage, omelette, dan saus barbeque. Very recommended, dengan harga 16K bisa dapat makanan seenak ini. Aku yang notabene nggak terlalu suka sayur bahkan bisa habis sampai setomat dan daun seladanya, biasanya nggak pernah aku sentuh. Porsinya pas, mengenyangkan tapi nggak bikin full.

Lamberjack

Lamberjack

Selain jual makanan yang asin-asin, kafe ini juga menyediakan makanan manis yaitu pancake. Jadinya aku pesen Oreo Cheese pancake. I never tired with Oreo apalagi dikombinasikan sama cheese dan vanilla ice cream, so yummy. Kuenya lembut dan padet, jadi udah bikin kenyang.

Oreo Cheese Pancake

Oreo Cheese Pancake

Hampir lupa yang paling penting, katany yang jadi signature dish di kafe ini adalah Mie Kuah Susu dan Mie Goreng Siram Keju. They’re so creamy and cheesy enak banget apalagi kalau pas hujan paling enak emang makan mie.

Mie Kuah Susu

Mie Kuah Susu

Mie Goreng Siram Keju

Mie Goreng Siram Keju

How is it ? I see you drooling 😀 Bagi yang penasaran bisa langsung dateng ke Simply Cook Cafe, belakang kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta. Visit their Instagram and Twitter @simplycookcafe

Bye for now

Can you spot me ?

Can you spot me ?

Advertisements

Reactivated !

Hello, sudah lama sekali sejak saya posting tulisan saya yang terakhir. Yah, kira-kira sudah 6 bulan saya hiatus nulis. Belakangan lebih sering posting puisi atau short story di Tumblr, karena lebih simpel. Saya sudah menghapus semua postingan saya di blog ini. Saya rasa blog ini perlu sebuah fokus dalam konten-kontennya. Konten yang saya buat kemarin terasa random dan nggak jelas temanya. So I thought this blog need to be refreshed. Mulai dari sekarang, saya akan menulis sesuatu yang mungkin lebih bersifat inspiratif dan informatif. Sadar umur, harusnya ada peningkatan dong dalam kemampuan berbahasa dan blogging saya. Jadi saya harap teman-teman masih mau baca tulisan saya yang berantakan selanjutnya. Semoga bisa menjadi inspirasi buat orang-orang galau. Tapi janji kok isinya nggak galau, sarana galau saya itu Tumblr 😀